News

Anak muda Indonesia juga punya mentalitas “over achiever”

Semalem saya makan malam dan ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang Indonesia yang bekerja di Silicon Valley, Amerika Serikat. Selain ngobrol ngalor ngidul, satu hal yang terus membuat saya bertanya-tanya adalah mengapa perusahaan-perusahaan yang mengubah dunia seperti google, facebook dan lain-lain itu tumbuh subur di Silicon Valley? Mengapa tidak di tempat lain? Mengapa tidak di Jerman? Mengapa tidak di Jepang? Mengapa tidak di Inggris? Dan mengapa tidak di negara bagian Amerika yang lain?

Tentu saja pertanyaan berat seperti itu tidak dapat dijawab tuntas hanya dengan ngobrol ringan sambil makan malam seperti itu. Tujuan saya memang tidak untuk mencari jawaban yang tuntas, karena itu terlalu utopis buat saya. Saya hanya ingin menimba pengalaman dan mencari tambahan semangat untuk ditularkan kepada anak-anak muda di Indonesia.

Satu hal yang saya tangkap dari obrolan itu adalah bekerja di Silicon Valley itu sangat stressful. Karyawan memang dimanjakan dengan berbagai failitas yang wah. Gaji bagus, makan minum gratis, fasilitas olah raga lengkap, tapi tetap saja tingkat stress-nya sangat tinggi, karena perusahaan juga menuntut produktivitas yang sangat tinggi dari setiap karyawannya. Tidak ada karyawan yang bekerja seenaknya, yang penting masuk kantor, sementara kontribusinya bagi perusahaan tidak jelas.

Dari fakta kecil itu saja sudah kelihatan bahwa pada akhirnya semua kembali kepada manusianya. Silicon Valley bisa begitu hebat karena orang-orang yang bekerja didalamnya punya mentalitas over achiever semua. Dengan mentalitas seperti itu, dengan dukungan infrastruktur dan lingkungan yang kondusif, tidak aneh mereka bisa mengubah dunia.

Bagaimana dg Indonesia? Kalau anak-anak muda Indonesia juga punya mentalitas over achiever seperti mereka, insya Allah Indonesia juga bisa jauh lebih maju dari apa yang kita capai sekarang. Dan ramalan PwC bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 5 pada tahun 2030 bukanlah impian kosong belaka.  (HT)