News

Awali Transformasi Digital dengan Eproc – Kick off Implementation Indonesia Eximbank

Tanggal 3 Agustus 2018 menandai dimulainya transformasi digital bagi Eximbank Indonesia atau dikenal juga dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI). Perjalanan digitalisasi Eximbank dimulai dengan mengubah sistem pengadaan barang dan jasa secara manual ke digital, yang lebih dengan eprocurement (selanjutnya disebut eproc). Sebagai salah satu lembaga keuangan di bawah naungan Kementerian Keuangan  Eximbank turut mendukung inovasi pemerintah terhadap pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dilakukan dengan pemanfaatan teknologi informasi, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

E-Procurement, yang selanjutnya disebut eproc, atau Pengadaan Secara Elektronik adalah pengadaan barang maupun jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Sistem ini memungkinkan seluruh proses source-to-pay, mulai dari vendor management sampai dengan kontrak, dilakukan secara terpadu dan satu pintu melalui sistem. Dengan kata lain pengguna tidak perlu lagi mencetak, mengumpulkan dan memproses dokumen pengadaan secara manual. Cukup mengunggah dokumen dan mengikuti proses pengadaan melalui sistem. Eproc merupakan suatu bentuk efisiensi dari proses pengadaan secara manual, karena selain dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan (lead time) tentunya juga membuat sistem pengadaan menjadi lebih sistematis, transparan dan comply dengan regulasi yang ada.

Abyor International sebagai bagian dari NTT Data dan SAP Platinum Partner di Indonesia, dipercaya menjadi implementer eproc di Eximbank Indonesia, dengan membawa brand Procura yang sudah teruji dan dipercaya oleh lembaga pemerintah seperti PERURI, percaya bahwa implementasi eproc Procura ini mampu mendongkrak perkembangan Eximbank. Dengan begitu Eximbank dapat mendukung pemerintah untuk mendongkrak kegiatan ekspor guna mendorong perekonomian Indonesia.

“Sebagai lembaga dibawah Kementrian Keuangan, menjaga good governance merupakan hal yang sangat penting bagi kami,” ujar Bonifacius Prasetyo, selaku Managing Director Eximbank Indonesia. Kepala Dept. Pengembangan Sistem Eximbank, Dani Ardian Saputra menambahkan, “Eproc ini diharapkan bukan hanya sebagai penghubung antara vendor dengan Eximbank, diharapkan di internal kita terjadi automation juga, dalam artian segala proses terkait pengadaan secara internal dilakukan melalui sistem, termasuk approval, cost control, dan budgeting”. “Implementasi ini diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi Eximbank dengan mengubah atau memberikan perubahan terhadap behaviour, kesiapan dokumentasi dan bisnis proses menjadi lebih baik. Kami juga ingin meningkatkan pelaporan yang baik sebagai subjek audit KPK dan BPK”, tambahnya.

Demi keberhasilan implementasi, pemilihan vendor juga dilakukan secara ketat oleh Eximbank. “Mengapa kami mempercayakan implementasi ini kepada Abyor karena experience dan team yang sangat berpengalaman yang dimiliki Abyor. Implementasi yang dilakukan di perusahaan besar seperti Pindad, Peruri, yang memiliki proses yang sangat kompleks mampu dilakukan oleh Abyor, sehingga kami yakin dengan Abyor. Dari segi sistem kami yakin sudah ready dan proven, yang menjadi poin utama bagi kami dari Abyor yakni sisi consultant yang bisa memberikan advise business case dan strategy bagi Eximbank”, tandas Bonifacius Prasetyo, selaku Managing Director Eximbank Indonesia.