News

Geodipa Energi Perangi Korupsi dengan Aplikasi E-procurement Terkini

Banyak celah yang kerap dimanfaatkan para oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak korupsi. Sistem pengadaan secara manual yang tidak transparan, salah satunya, berpotensi maupun memberikan peluang bagi oknum-oknum tersebut. Geodipa Energi sebagai sebuah Badan Layanan Umum dibawah Kementerian Keuangan, yang menerapkan good governance, mengambil inisiatif untuk memerangi korupsi dengan menerapkan sistem pengadaan secara elektronik atau dikenal dengan e-procurement dengan brand Procura.

Geodipa EProc

Aplikasi e-proc Procura memungkinkan pengguna, baik vendor/ supplier calon peserta pengadaan maupun pelaksana pengadaan untuk melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan proses pengadaan. Mulai dari registrasi vendor, pengisian data, pengumpulan dokumen hingga pelaksasnaan negosiasi harga semua dilakukan secara daring (online), dengan mengupload data dan dokumen yang diperlukan. Dengan sistem ini maka seluruh proses pengadaan dapat berjalan secara transparan dan tanpa rekayasa.

Direktur Utama Geo Dipa Energi Rifki Ibrahim meyatakan bahwa Geodipa telah menandatangani komitmen Geodipa bersih. Jajaran direksi pun telah berpesan ke pelaksana operasi, untuk tidak menerima suap dalam bentuk apapun. Direktur Keuangan Geo Dipa Energi M Ikbal Nur mengungkapkan, “Seluruh proses transparan dan penuh tanggung jawab. Kami menuju perusahaan modern. Kami menegaskan manejemen Geo Dipa tidak ada hanky panky di balik transaksi,”.  Selain itu implementasi e-proc ini juga dilakukan untuk menginisiasi skema pembiayaan inovatif dan kreatif dengan tujuan mencapai target pembangunan dengan tetap menjaga APBN tetap sehat dan akuntabel, sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.