NewsUncategorized

Transformasi Digital ala GMF : Cloud, Why Not?

Cloud Migration GMF

GMF AeroAsia sebagai provider solusi perawatan pesawat terintegrasi di Indonesia, telah lama memanfaatkan teknologi sebagai penunjang bisnis perusahaan, seperti SAP SWIFT dan SDA (Self Development Application), yang diimplementasikan dengan metode on premise. Metode ini memungkinkan data yang dihasilkan diproses dan disimpan di dalam sebuah server fisik swakelola. Namun seiring dengan pertumbuhan perusahaan volume data kian berkembang sehingga kapasitas dan performa server pun perlu ditingkatkan. Sementara investasi server and fasiltas penunjangnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.Cloud Migration GMF

Sebagai solusi dari tantangan tersebut, Januari 2019 lalu GMF mulai beralih ke cloud, dimana seluruh data dan aplikasi yang awalnya disimpan di server fisik dimigrasikan ke Cloud server yang dikelola oleh Cloud provider, dengan sistem subscription. Hal ini memungkinkan GMF untuk memangkas biaya investasi server fisik dan fasilitas penunjangnya. GMF sendiri tidak perlu memusingkan pengelolaan server maupun maintenance, karena seluruh performance dan pemeliharaan server dikelola oleh cloud service provider. Layanan Private Cloud ini tentunya telah memiliki standard international dan memiliki sistem redundan yang berlapis sehingga menjamin keamanan secara fisik maupun data dengan sangat baik. Meskipun GMF tidak memiliki server fisik yang diletakkan di data center sendiri, namun GMF tetap memiliki akses dan fleksibilitas yang tinggi dalam melakukan proses bisnis. Justru dengan penggunaan cloud kapasitas dan performa server dapat ditingkatkan dengan lebih cepat dan dengan downtime yang minim.

Namun disamping itu juga dilakukan peningkatan kerapihan dan fleksibilitas terutama untuk aplikasi SDA dengan menggunakan linux-container. Penggunaan linux-container ini memungkinkan sebuah server memiliki density yang sangat tinggi, dengan memberikan keleluasaan bagi masing-masing aplikasi untuk menggunakan resource yang tersedia. Manajemen container juga jauh lebih cepat, mudah, dan fleksibel.

Proses migrasi yang berlangsung selama kurang lebih 6 bulan ini dipercayakan oleh GMF kepada PT Abyor International selaku system integrator dan cloud service provider. Dengan migrasi ini, GMF telah meletakkan tonggak untuk infrastruktur modern yang menunjang business-agility untuk masa mendatang.